Feeds:
Pos
Komentar

Membaca posting tentang cara penulisan referensi yg salah, saya jadi miris. Bukan krn contoh yg diperlihatkan, tp dari komentar2 yg arogan dan juga dari penulis yg tidak memberitahukan kesalahannya. Salah adalah wajar, mau dimana saja. Memperbaiki yg salah itulah amal yg mulia. Mau itu anak S1, S2, S3 sampe S>3 pun pernah salah. Saya bahkan pernah me-review manuskrip IEEE yg dikirim dr univ. di Singapore yg penulisan referensinya-pun ngaco. Ya di-review itulah kita beritahukan kesalahannya apa.

Dari komentar2 arogan tsb., cuma ada seorang yg bertanya betulan bgmn cara menulis referensi yg benar. Sayang, gak dijawab juga dr si penulis maupun dr yg memberikan komentar. Saya juga beri komentar di sana dgn memberi tips utk memakai BibTeX krn inilah tool standar penulisan referensi yg benar.

Saya gak mau menulis tutorial ttg cara penulisan karya ilmiah dan referensi yg benar. Saya cuma mau memberitahu tips bahwa menulis yg baku dan standar sebenarnya mudah jika kita menggunakan tools yg benar. Apa itu?

Lanjut Baca »

Pasti dong pernah bikin pesawat dari kertas waktu SMA dulu trus dilempar dari bangku belakang buat nimpuk si guru yg ngajarnya bikin ngantuk abis itu nunjuk temen sebelah yg dibenci buat jadi kambing hitam. Pernah gak? Wahahaha bukan ngajarin yg gak bener nih buat adek2 SMA. 🙂

Gimana kalo di jaman internet ini kita bikin pesawat2 kertas jadul itu secara virtual? Mau coba?

Lanjut Baca »

Bajakan kopi dangdut

Kebalik deng. Harusnya kopi dangdutnya Fahmi Sahab adalah bajakan dari lagu orang Venezuela. Lagu aslinya bernama moliendo cafe, dikomposisi oleh Hugo Blanco, musisi Venezuela. Ceritanya si Hugo ini menulis moliendo cafe bareng dgn pamannya, Jose Manzo Perroni. Setelah terkenal, eh pamannya (katanya) menuntut si Hugo ini.

Lalu gimana kelanjutannya sampe jadi kopi dangdut versi Indonesia? Lanjut Baca »

HP udah jadi barang lumrah di Indonesia, apalagi HP2 keluaran terbaru dgn fitur2 canggih udah biasa digenggam sama org Indonesia. Saya teringat tamu yg pernah datang ke rumah lalu dia bilang kalo dia ingin cari HP yg bisa langsung dipake utk presentasi M$ PowerPoint spt yg dimiliki temannya. Walah, HP2 di sini (di negeri Eropa barat) umumnya sih HP tua2 semua.

Apa sih fitur HP yg anda inginkan? Bisa GPS-kah? Bisa video conferencing-kah? Ada gak sih magic phone? Andaikan saja ada magic phone itu, alias HP super canggih, apa yg anda inginkan darinya?

Simak di bawah ini harapan para pengguna HP jika saja ada magic phone itu.

Lanjut Baca »

The shape of a magician heart

Gak tahu gimana mau nulis judulnya pake bhs Indonesia. Bentuk hati seorang tukang sulap? Hehehe kampungan.

Gini ceritanya sambil makan siang ini saya teringat potongan lirik lagu favorit saya:

He deals the card to find the answer.
The sacred geometry of chance.
The hidden law of probable outcome.
The numbers lead a dance

Tahu lagunya? Itu lagu soundtrack film Leon. Yep, lagunya Sting yg berjudul the shape of my heart. Filmnya sendiri keren abis, lagunya juga mantap, liriknya bagus banget.

Bukan, bukan video clip Sting atau potongan Leon yg mau saya share di sini, melainkan adalah video clip pesulap. Gak tahu ada trik2 kamera atau gak, tp bagus banget ngeliat dia maen sulap kartu diiringi lagu ini dgn lirik yg pas.

Lanjut Baca »

The known unknown

Banner blog ini saya ganti dgn “lunchbreak” biar lebih enak terdengar daripada teman makan siang (kampungan soalnya). Subtitle diganti jadi “the known unknown I found” (during the lunchbreak tentunya). Udah tahu apa itu “known unknown“?

Lanjut Baca »

Waktu saya baca blog Priyadi tentang hukum kekekalan energi, saya teringat salah satu acara National Geographic tentang kuantum fisika. Di sesi acara tsb. seorang fisikawan muda menjelaskan salah satu masalah pelik di dunia fisika, yaitu bagaimana menjelaskan cara kerja daya gravitasi. Singkat cerita, ada eksperimen yg dilakukan yg membuktikan bahwa ada bbrp bagian daya gravitasi yg hilang ketika 2 partikel bertabrakan dgn kecepatan yg tinggi. Hal ini tentu tidak sesuai dgn hukum kekekalan energinya Newton. Yg menarik adalah ternyata energi bisa berpindah ke dimensi lain di luar ruang 3 dimensi. Nah lo! Mungkinkah hal ini bisa menjelaskan alam gaib?

Lanjut Baca »