Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tips sehat’ Category

Dulu waktu saya mulai meriset, saya kepengen sekali punya satu software yg bisa menyimpan catatan saya secara elektronik. Saya sering baca sana-sini, tapi kalo saya tulis di kertas orat-aret, seringkali saya lupa dan tergeletak entah dimana2. Saya cari software dgn syarat: (1) bisa menulis rumus matematika a la LaTeX, (2) bisa menyimpan link2 dgn mudah ke catatan2 saya yg lain dan (3) bisa saya mengakses dan mengeditnya dgn mudah dari mana saja (kalo bisa sih cukup dgn menggunakan internet browser).

Empat tahun saya coba semua cara utk menyimpan catatan2 saya secara elektronik. Pertama saya coba pasang mediawiki di server kantor, tapi lama2 susah juga mengaksesnya dan payahnya kalo mau bikin rumus matematika. Harus ada konversi ke PNG utk setiap simbol dan rumus matematika sehingga gak praktis.

Lalu saya coba bbrp software kecil utk menulis jurnal. Gak puas juga krn software tsb. biasanya menyimpan seluruh jurnal dlm satu file atau database khusus sehingga gak kompatibel utk digunakan dimana2. Lagi2 juga soal ketidakmampuan menulis rumus matematika. Akhirnya saya putuskan utk menulis catatan2 saya dgn LaTeX shg saya punya kumpulan arsip2 PDF. Tapi tetap gak praktis juga krn kita gak bisa bikin link ke dokumen PDF yg lain. Lagian juga agak ribet kalo utk menulis catatan kecil hrs bikin dokumen LaTeX.

Baru2 ini saya menemukan suatu software yg sangat canggih dan yg terpenting free. Software atau lebih tepatnya file ajaib ini mampu memenuhi semua syarat2 di atas. Dan yg penting adalah kita gak butuh menginstall apa pun di komputer kita. Cukup buka file ajaib tersebut menggunakan browser apa pun, kita bisa edit catatan, buat link, masukin gambar, link gambar, link ke website, bikin tulisan matematik pake format LaTeX asli!, dll. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

(sorry ya kali ini saya nulis pake bhs london, krn topik ybs memakai bhs inggris ini)

When you criticize somebody, always make a point on his/her works and never attack their personalities. This is how you hold a healthy debate. Anywhere. At schools, at a political campaign, at a conference, even at a blog although that’s the place you can dump trashes from your brain in one direction. It feels me sick if somebody is attacking other people in a blog, but (s)he does not refer to the content of what the other people wrote.

Actually nobody minds if there is no exposure about such a personal attack blog post. However, in a blog post written supposedly about “blogger Indonesia of a week”, aggregated in blog-indonesia.com and who-knows-other aggregators, instead of reviewing the blogger, the author bashed other anonymous bloggers because they are such a coward not to reveal their true identity. (The author has been actively advocating something about credibility of an anonymous blogger in other posts, but I don’t read them because they are just baseless personal analysis.)

In the media of anonymities you can’t judge the person because (s)he had made a choice to be an anonymous. Do you know who’s the TIME’s 2006 Man of the Year? It’s you, the anonymous person who has shaped the world through anonymous writings, posting, uploads in Wikipedia, YouTube, MySpace and of course millions of blogs. Anonymities have made the great world we are living in.

So here’s my tip: always criticize the content and do not attack a person. In Wikipedia, where I’ve spent almost one year of writings under my other pseudonym, there is a jargon of no personal attacks when dealing with disputes. Discuss the content, not the person. That works very well and has solved a lot of controversial writtings and issues in Wikipedia.

And for onymous writers, sorry, you’re not the man of the year yet. 😉

Read Full Post »

Membaca posting tentang cara penulisan referensi yg salah, saya jadi miris. Bukan krn contoh yg diperlihatkan, tp dari komentar2 yg arogan dan juga dari penulis yg tidak memberitahukan kesalahannya. Salah adalah wajar, mau dimana saja. Memperbaiki yg salah itulah amal yg mulia. Mau itu anak S1, S2, S3 sampe S>3 pun pernah salah. Saya bahkan pernah me-review manuskrip IEEE yg dikirim dr univ. di Singapore yg penulisan referensinya-pun ngaco. Ya di-review itulah kita beritahukan kesalahannya apa.

Dari komentar2 arogan tsb., cuma ada seorang yg bertanya betulan bgmn cara menulis referensi yg benar. Sayang, gak dijawab juga dr si penulis maupun dr yg memberikan komentar. Saya juga beri komentar di sana dgn memberi tips utk memakai BibTeX krn inilah tool standar penulisan referensi yg benar.

Saya gak mau menulis tutorial ttg cara penulisan karya ilmiah dan referensi yg benar. Saya cuma mau memberitahu tips bahwa menulis yg baku dan standar sebenarnya mudah jika kita menggunakan tools yg benar. Apa itu?

(lebih…)

Read Full Post »